Tuesday, 22 March 2011

HADITS DLA’IF KARENA CACAT RAWI

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan nabi dan Rasul yang paling mulia, begitu pula kepada keluarga dan sahabatnya.
Yang saya hormati, bapak Mubarok Lc.M.S.I selaku dosen Ulumul Hadits, serta teman-teman yang saya cintai. Makalah ini adalah makalah ulumul hadits yang didalamnya dibahas tentang hadits dla’if karena terdapat cacat dari perawinya..
Semoga makalah ini dapat menjadikan motivasi kita dalam mempelajari ulumul hadits, serta dapat mengamalkan dari apa yang kita pelajari tidak lain semata-mata karena Allah SWT, saya memohon kepada Allah SWT mudah-mudahan makalah ini bermanfaat, dan semoga Allah SWT menjadikannya sebagai amalan yang ikhlas kepadanya, serta memberkahi setiap kerja keras dan usaha orang-orang yang mengamalkan islam dan menganugrahkan kepada kita ittiba’ul haq (mengikuti kebenaran).


PEMBAHASAN

Dla’if menurut lughah artinya ajiz atau lemah. Hadits dla’if adalah hadits yang lemah atau hadits yang tidak kuat
Hadits dla’if menempati urutan ketiga dalam pembagian hadits setelah hadits shohih dan hadits hasan. Batasannya yang paling tepat adalah:
“Hadits yang kehilangansatu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shohih atau hadits hasan ”
Sedangkan hadits dla’if yang disebabkan karena terdapat cacat terhadap perawi ada beberapa macam. Yaitu:
1. Hadits Matruk
2. Hadits Munkar
3. Hadits Mudraj
4. Hadits Maqlub
5. Hadits Mu’allal
6. Hadits Mudltharab
7. Hadits Mushahaf
8. Hadits Muharraf
9. Hadits Mubham
10. Hadits Majhul
11. Hadits Syadz
12. Hadits Mukhtalith
13. Hadits Murakkab

HADITS MATRUK
Hadits Matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang tertuduh pendusta, baik dalam soal hadits maupun dalam lainnya, ataupun tertuduh fasiq, atau banyak lalai dan banyak sangka.
Menurut sebagian ulama’ hadits itu tidak diketahui kecuali hanya melalui jalannya.

HADITS MUNKAR
Para ulama’ Mushthalah berbeda-beda dalam mendefinisikan hadits munkar, sehingga hamper-hampir memberikan pengertian yang kabur bagi orang yang mengkajinya. Namun demikian, batasan hadits munkar yang paling cermat yaitu: Hadits yang diriwayatkan oleh perawi dla’if yang berlawanan dengan riwayat perawi tsiqah.

HADITS MUDRAJ
Hadits Mudraj yaitu hadits yang disisipkan kedalam matannya sesuatu perkataan orang lain, baik orang itu sahabat maupun tabi’in untuk menerangkan maksud makna.
Sesuatu hadits yang dapat diketahui mana kata-kata yang disisipi kedalamnya dapat dipandang shahih dengan mengeluarkan kata-kata tersebut, tetapi jika tidak lagi dapat dibedakan kata-kata sisipan itu, maka masuklah ia ke dalam golongan dla’if.

HADITS MAQLUB
Hadits Maqlub adalah hadits yang terbalik lafadznya pada matan, nama seseorang atau nasabnya pada sanad. Dengan demikian perawi mendahulukan yang seharusnya diakhirkan, mengakhirkan yang sebenarnya didahulukan, dan meletakkan sesuatu ditempat sesuatu yang lain.
Pembalikan tersebut hanyalah karena lupa, tidak ada unsur kesengajaan, meskipun begitu, hal tersebut mengakibatkan kedla’ifan hadits. Seandainya hal itu dilakukan dengan sengaja bukan karena lupa, maka pada saat itu pembalikan merupakan salah satu bentuk pemalsuan.
Diantara ahli hadis banyak yang sengaja menguji para perawi dengan membalikkan hadits-hadits. Hal ini dimaksudkan bukan untuk memalsukan hadits, tetapi untuk mengetahui sejauh mana hafalan mereka.
Letak kedla’ifan dalam hadits Maqlub ini terletak pada sedikitnya kekuatan ingatan, karena mendahulukan apa yang semestinya diakhirkan dan mendahulukan apa yang seharusnya diakhirkan serta mengganti sesuatu dengan sesuatu yang lain, lebih dari itu hadits maqlub merusak pemahaman pendengar dan membawanya pada kekeliruan.

HADITS MU’ALLAL
Hadits Mu’allal adalah hadits yang terdapat pdanya cacat yang tersembunyi yang baru diketahui cacat tersebut setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam.
Menemukan illat (cacat) hadits ini membutuhkan pengetahuan yang luas, ingatan yang kuat dan pemahaman yang cermat. Sebab, illat itu sendiri samara lagi tersembunyi, bahkan bagi orang-orang yang menekuni ilmu hadits.
Ibnu Hajar berkata : “Menemukan illat ini termasuk bagian ilmu hadits yang paling samar dan paling rumit. Yang bisa melaksanakannya hanyalah orang-orang yang oleh Allah diberi pemahaman yang tajam, pengetahuan yang sempurna terhadap urutan-urutan perawi, dan kemampuan yang kuat terhadap sanad-sanad dan matan-matan”




HADITS MUDLTHARAB
Hadits Mudltharab yaitu hadits yang banyak periwayatannya. Jumlah riwayatnya yang banyak itu sederajat dan seimbang, tidak mungkin mengunggulkan salah satu dengan cara apapun.
Adakalanya sebuah hadits diriwayatkan dua kali atau lebih oleh seorang perawi atau satu hadits diriwayatkan dua orang perawi atau lebih.

HADITS MUSHAHAF
Hadits Mushahaf adalah hadits yang telah terjadi perubahan huruf sedang rupa tulisannya masih tetap.
Mushahaf ( salah ucap karena perubahan huruf ) merupakan kekeliruan, karena memang dikutip dari kitab (tulisan) bukan dinukil dari mendengar langsung dalam suatu tatap muka.

HADITS MUHARRAF
Hadits Muharraf ialah hadits yang padanya terjadi perubahan syakal/harokat, sedang hurufnya masih tetap.
Seperti halnya hadits Mushahaf, hadits muharraf (salah ucap karena perubahan syakal/harokat) juga merupakan kekeliruan, karena memang dikutip dari kitab (tulisan) bukan dinukil dari mendengar langsung dalam suatu tatap muka.

HADITS MUBHAM
Yang dimaksud Hadits Mubham adalah hadits yang menggunakan / memuat seseorang ( baik seorang laki-laki maupun seorang perempuan) yang tidak jelas namanya, baik pada matan maupun pada sanad.


HADITS MAJHUL
Yang dinamakan hadits Majhul adalah hadits yang diriwayatkan oleh seseorang yang tidak dikanal orangnya, atau keadaannya. Tidak dikenal namanya disebut Majhulul ‘ain. Sedang tidak dikenal keadaannya (sifatnya dan sebagainya) disebut majhulul hal.
Majhulul ‘ain ialah satu hadits yang dalam sanadnya ada seorang rawi yang hanya seorang rawi lain saja yang meriwayatkan daripadanya.
Majhulul hal ialah satu hadits yang dalam sanadnya ada rawi yang dzahirnya adil, tetapi tidak diketahui keadaan yang sebenarnya dan bathinnya.

HADITS SYADZ
Hadits Syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang terpercaya berlawanan dengan riwayat orang-orang terpercaya yang lain. Atau dengan kata lain : hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang dapat diterima, berlawanan dengan orang yang lebih utama daripadanya baik karena jumlahnya lebih banyak maupun karena lebih tinggi daya hafalannya.

HADITS MUKHTALITH
Pengertia Mukhtalith yaitu orang yang sudah jelek hafalannya karena disebabkan oleh sesuatu hal, seperti usianya sudah tua buta, sakit, pikun, atau terbakarnya kitab-kitab yang menjadi peganganya..
Hadits yang diriwayatkan oleh seseorang yag mukhtalith, apabila diketahui peiwayatannya sebelm terjadinya iktilat, maka hadits tersebut bias dterima. Tetapi jika tidak diketahui ikhtilathnya, maka hadits tersebut dimauqufkan. Sedangkan jika secara jelas diriwayatkannya setelah terjadinya ikhtilath, maka hadits tersebut ditolak.

HADITS MURAKKAB
Hadits yang sanadnya disusun dengan sanad hadits lain atau matannya disusun dengan matan hadits yang lain.



PENUTUP

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya. Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan kami sebagai penulis sangat menyadari bahwa penulisan dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Penulis mengharapkan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan penulisan makalah yang selanjutnya. Tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam pembuatan makalah ini. Kami berharap dalam pembuatan makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan juga kepada pembaca pada umumnya.

KESIMPULAN
Dari uraian-uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu
1. bahwa hadits dla’if menempati urutan ketige dalam pembagian hadits setelah hadits shohih dan hadits hasan.
2. Hadits dla’if yang dikarenakan terdapat cacat dari perawi ada beberapa macam yaitu Hadits Matruk, Hadits Munkar, Hadits Mudraj, Hadits Maqlub, Hadits Mu’allal, Hadits Mudltharab, Hadits Mushahaf, Hadits Muharrab, Hadits Mubham, Hadits Majhul, Hadits Syadz, Hadits Mukhtalith, dan Hadits Murakkab.


DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Muhammad. 2009. ILMU USHUL HADIS. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
Ashshiddiqy, Sabih. 1999. Sejarah & Pengantar ILMU HADITS. Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Faridl, Miftah. 1997. AS-SUNNAH SUMBER HUKUM ISLAM YANG KEDUA. Bandung: PUSTAKA.
Ismail, Syuhudi. 1995. HADITS NABI MENURUT PEMBELA PENGINGKAR DAN PEMALSUNYA. Jakarta: Gema Insani Pers.
Nurrudin. 1997. ‘ulum Al-Hadits 2. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suparta, Munzier. 2002. Ilmu HADIS.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.



Wallahu A'lam

No comments:

Post a Comment

Links

Al-Qur'an Widget by Blogger Tutorial Blog
Designed by Animart Powered by Blogger